Assalamu'alaikum ... Hallo!! Thanks For Visiting My Blog ... I'm Khe ... Who Are You?

Cursor Kupu-Kupu

Blue Butterfly

Kamis, 20 Maret 2014

Ask Me

Asssalamu'alaikum siapa yang punya blog ini ?
Wa'alaikumsalam...
Haii guys, 
Sebelumnya thanks yaa udah berkunjung ke blog saya yang sederhana ini.
Welcoming dulu aja yaa..
Saya Khe yang bikin blog ini, blognya mungkin simple-simple aja tapi mudah-mudahan bisa bermanfaat yaa buat visitor semua.
Apa alasannya bikin blog ini ?
Alasan saya bikin blog sedemikian rupa ini, karena saya dari awal bikin konsepnya sesuai sama apa yang saya tahu dan yang saya ingin tahu.
Saya bikin artikel tentang Paskibra karena saya adalah anggota Paskibra dari sejak kelas 3 SD, berikut sedikit profilnya
- SDN Leuwinutug 05           : Paskibra Panca Taruna Bakti (PTB)
   Pelatih                                 : Ka Makbul Surtana
- SMPN 1 Babakan Madang : Paskibra Wira Satya Bakti (WSB)
   Pelatih                                 : Ka Makbul Surtana
- SMKN 1 Kota Bogor         : Paskibra Tarus Bawa Muda (TBM)
   Pelatih                                 : All Purna TBM
Untuk artikel tentang GDragon, itu karena saya termasuk K-Popers guys, saya itu VIP dari Kota Bogor makanya saya masukin sedikit artikelnya GDragon, oyah kalau visitor punya info terbaru atau apapun yang berkaitan dengan GD guys boleh berbagi infonya di blog ini
Saya pengen kenal lebih dekat sama yang punya blog ini, untuk sekedar berbagi informasi atau teman ngobrol, gimana caranya?
Kalau untuk berbagi informasi atau jadi teman ngobrol boleh-boleh aja, tapi bukan untuk tujuan yang lain kan? hehehe just kidding
Visitors boleh langsung klik burung lucu warna putih diblog saya ini dan visitors akan langsung terhubung dengan twitter saya dan tinggal difollow aja, atau visitor juga boleh follow ditwitternya langsung https://twitter.com/@Ikhe_P atau add facebook saya di https://facebook.com/ikke_ps@hotmail.com/ 
Kalau ada pertanyaan lain yang mungkin bikin visitors penasaran, tinggal langsung tanya dikomentarnya aja yaa

Thanks, Khe

Wassalamu'alaikum...

PASKIBRA TARUS BAWA MUDA




Sejarah Paskibra di SMK Negeri 1 Bogor

Paskibra di SMK Negeri 1 Bogor didirikan pada tanggal 10 Oktober 1994 oleh Kang Iwan. Nama Paskibra di SMK Negeri 1 Bogor yaitu Tarus Bawa Muda, yang diambil dari dua kata yaitu "Tarus Bawa" dan "Muda". Nama "Tarus Bawa" diambil dari
nama Pangeran Kerajaan Pajajaran. Nama "Muda" diambil karna usia anggota Paskibra yang relatif masih muda.

Arti Lambang Paskibra

1. Perisai : Kokoh dan kuat.
2. Warna dasar cokelat : Cinta tanah air.
3. Lingkaran : Persatuan dan Kesatuan.
4. Burung Elang : Sekolah SMK Negeri 1 Bogor berada di Jl. Heulang.
5. Warna Emas : Semakin diasah semakin berkilau (Semakin dilatih semakin baik).
6. Angka 6 : Melambangkan dari nomor alamat sekolah SMK Negeri 1 Bogor.


Motto Paskibra
Paskibra itu,
Tidak takut salah,
Tidak takut kalah,
Tidak takut jatuh,
Tidak takut mati,
Takut mati, jangan hidup,
Takut hidup, mati sekalian..



Lagu-Lagu Paskibra TBM
 
Amapondo
Amapondo 2x
Cipokem... ah
Ayamugo mugambo cilelema pujiyama
Cipokem... ah ayamugo mugambo
1... 2... 3... 4
Aya awewe bu kelek, ayamugo mugambo
Aya lalaki bu kelek, ayamugo mugambo
Syalala, syalalalalala 8x

Akwen sama kwen kwen, akwen sama mawa
Akwen sama kwen kwen, akwen sari bogi 2x


Kapal selam
Kapal selam tengkinya bocor
Timbul tenggelam diperbatasan hey"
Buat apa susah hati, susah hati
Buat apa sedih hati, sedih hati
Paskibra tak pernah bersedih hanya dongkol dalam hati
                           
                                     Putih - putih pakaiannya
                                     Macam - macam atributnya
                                     Peci hitam di kepalanya merah putih di dadanya 


Paskibra SMK Negeri 1
Paskibra SMK Negeri 1
Paskibra Tarus Bawa Muda
Paskibra sekolah SMK Negeri 1
Berperilaku sesuai mottonya

                             Paskibra tidak takut salah
                             Paskibra tidak takutkalah
                             Paskibra tidak takut jatuh
                             Paskibra tidak takut mati

Takut mati jangan hidup
Takut hidup mati sekalian 


Waktu Makan
Bila waktu makan telah tiba
Segera menuju ruang makan
Hatiku dag dig dug tak karuan
Memikirkan apa yang dimakan

                              Jangan lupa habiskan nasi
                              Juga dengan lauk pauknya
                              Sayur mayur juga disikat
                              Hindarkan bicara dengan teman

Saya mau makan I want to eat... eat...eat...
I want to eat 3x... eat... eat
Saya mau minum I want to drink... drink...drink
I want to drink 3x... drink... drink 


Hey guys
Hey guys... Paskibra
I want to go... go
I want to go...
I want to fight... fight
I want to fight...
I want to win... win
I want to win...
I want to go fight Paskibra...  

Materi Paskibra

Janji Paskibra
  1. Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Sanggup menjaga dan menjunjung tinggi nama baik Almamater SMK Negeri 2 Kuripan.
  3. Sanggup mendahulukan kepentingan organisasi secara utuh.
  4. Sanggup menegakkan disiplin.
  5. Sanggup menjaga nama baik pribadi dan orang tua.
  6. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.


Sopan Santun di Meja Makan

  1. Susunan di meja makan a. Nasi di sebelah kanan;
    b. Lauk pauk di sebelah kiri nasi;
    c. Sayur mayur di sebelah kiri lauk pauk;
    d. Pencuci mulut di sebelah kiri sayur mayur;
    e. Teko dan gelas di sebelah kiri pencuci mulut.
  2. Susunan tempat makan a. Sendok dan garpu berada di sebelah kanan kiri;
    b. Piring dalam keadaan telungkup;
    c. Lap berada di sebelah kiri piring.
  3. Cara mengambil makanan Dalam cara pengambilan makanan, Putri yang mengambilkan makanan Putra dan searah dengan arah jarum jam (bergiliran).
  4. Cara makan a. Duduk siap;
    b. Badan tetap tegap;
    c. Tangan dekat siku menempel pada meja

Kepemimpinan
Kepemimpinan artinya adalah kegiatan seseorang untuk mempengaruhi seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuannya.

Bagaimana cara mempengaruhinya?

Yaitu dengan memberikan contoh atau panutan dalam kehidupan sehari-hari, dengan membangkitkan semangat para bawahannya, kemudian dengan memberikan dorongan dengan pengarahan dan perbuatan. Hal ini sesuai dengan sistem kepemimpinan nasional di Indonesia yang menganut sistem among, yaitu :

1. Ing ngarso sung tulodo, yang berarti berada di depan sebagai pemimpin dan panutan bagi bawahannya;

2. Ing madya mangun karso, yang berarti berada di tengah yang dapat membangun kemauan bawahannya;

3. Tut wuri handayani, yang berarti berada di belakang yang dapat mendorong bawahannya dengan motivasi agar dapat berusaha lagi dan maju.

Hal-hal apa saja yang harus kita miliki agar dapat mempengaruhi orang lain?

Yaitu dengan cara :

1. Memiliki keimanan dan ketaqwaan pada Allah SWT yang kuat;

2. Memiliki kepercayaan diri;

3. Memiliki penampilan (performance) yang baik dan menarik;

4. Memiliki wawasan yang luas;

5. Memiliki kemampuan mengelola/mengurus (manajemen);

6. Menguasai teknik, taktik, strategi, dan politik;

7. Memiliki kemampuan melindungi setiap orang; dan

8. Memiliki delapan sikap mental sehat :

a. Pandai menyesuaikan diri;

b. Merasa puas atas hasil karya sendiri;

c. Lebih suka memberi dari pada menerima;

d. Realtif bebas dari ketegangan dan keresahan;

e. Suka membantu dan menyenangkan orang lain;

f. Dapat mengambil hikmah dari kegagalan;

g. Dapat mengambil penyelesaian yang konstruktif; dan

h. Dapat mengembangkan kasih sayang.

Selain itu, pemimpin yang indah adalah pemimpin yang mempunyai inisiatif dan mentalitas yang tinggi, kreatif, konstruktif, dan memiliki konsepsual yang dapat mencerna masalah.

Seorang pemimpin juga harus kritis, yaitu memiliki kemampuan dan keberanian dalam meluruskan masalah; meteorologis, yaitu dapat mengambil jarak; serta logis, yaitu sesuai dengan peraturan dan rasional.


Elemen yang harus ada dalam kepemimpinan, yaitu :

 1. Leader (pemimpin);

2. Follower (sekelompok orang yang mengikuti pemimpin); dan

3. Leadership (jiwa memimpin, manajemen, administrasi, pengetahuan, dan sebagainya).

Yang perlu diingat adalah, bahwa pemimpin itu bukanlah suatu jabatan, melainkan kemampuan.


Profesionalisme

Profesionalisme adalah paham yang mengajukan bahwa setiap pekerjaan harus dilakukan oleh orang yang profesional. Sedangkan pengertian profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang dikerjakan seseorang. Profesional adalah suatu keahlian, kompetensi atau kualitas yang dimiliki seseorang dalam melaksanakan profesinya atau pekerjaannya.

Tiga syarat profesional, yaitu :

1. Adanya keahlian;

2. Tanggung jawab;

3. Kejawatan.


Ciri-ciri profesional, antara lain :

1. Memahami karakteristik obyek;

2. Memiliki keterampilan khusus;

3. Memiliki keahlian di bidangnya;

4. Motivasi tinggi;

5. Kreativitas yang tinggi;

6. Berdisiplin;

7. Mandiri;

8. Mampu mengisi lowongan kerja sesuai pembangunan dan menciptakan kerja baik untuk dirinya maupun orang lain.


Langkah menuju sukses :

1. Tujuan;

2. Bagaimana cara; Sikap.


Bendera

Bendera adalah secarik benda berwujud kain tipis berisi bentukan dan warna, berkibar ditiup oleh angin pada sebatang tiang atau seuntai tali sebagai panji-panji, tanda ciri atau tanda pengingat. Warna untuk bendera merah putih, yaitu warna merah cerah dan putih jernih.

Arti pusaka :

1. Harta atau benda peninggalan orang yang telah meninggal;

2. Harta yang turun temurun dari nenek moyang.

Bentuk dan ukuran serta warna bendera kebangsaban Republik Indonesia

1. Berbentuk segi empat panjang berukuran 2 : 3 panjang. Bagian atas berwarna merah dan bagian bawah berwarna putih;

2. Panjang bendera 90 cm dan lebar 60 cm.

Sang merah putih pertama kali dikibarkan pada tanggal 28 Oktober 1928 bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, bertempat di Jakarta dan dikumandangkan lagu Indonesia Raya. Sang merah putih ditetapkan sebagai bendera negara Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 bertempat di gedung Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta. Bendera merah putih dibawa kembai ke Jakarta tanggal 28 Desember 1949.


Kesulitan atau Gangguan yang Mungkin Terjadi

pada saat Tata Upacara Bendera

1. Kesulitan pada kerekan macet

Upacara tetap berjalan terus, setelah selesai kerekan dibetulkan.

2. Tali kerekan putus

Kelompok Pengibar Bendera berusaha menangkap bendera yang jatuh dan merentangkan bendera tegak lurus sampai upacara selesai, kemudian bendera dilipat sesuai dengan ketentuan untuk disimpan.

3. Tiang bendera jatuh/rebah

Kelompok Pengibar Bendera berusaha menangkap tiang bendera. Bila tidak memungkinkan dipertahankan seperti di atas.

4. Bendera terbalik

a. Apabila pemasangan bendera ke tali sudah benar namun membentangkannya salah, maka cukup dengan menukar tegangan/menarik bendera.

b. Apabila pemasangan bendera ke tali sudah salah, maka petugas segera memperbaiki bendera mulai dari melipat hingga merentangkan kembali bendera.

5. Cuaca buruk atau hujan

Apabila sebelum upacara dilaksanakan terjadi cuaca buruk atau hujan, maka penaikan bendera dibatalkan. Sedangkan pada saat upacara berjalan kemudian turun hujan, maka upacara dilanjutkan sampai bendera di puncak tiang bendera dan lagu kebangsaan selesai dinyanyikan.


Arti dan Warna Merah Putih

Warna merah dan putih telah dikenal oleh nenek moyang bangsa Indonesia sejak sekitar 6.000 tahun yang lalu. Warna merah melambangkan warna yang dapat menahan hawa jahat, sedangkan warna putih melambangkan kebersihan dan kesucian hati ksatria. Pada saat perjuangan kemerdekaan, warna merah dan putih melambangkan keberanian dan ketulusan bunga bangsa dalam mempertahankan ibu pertiwi yang merupakan nyawa bagi suatu bangsa.


Tata Cara Peletakan Bendera Kebangsaan

1. Bendera merah putih diletakkan di sebelah kanan bendera/panji lain;

2. Apabila jumlah bendera yang ada berjumlah genap, maka bendera merah putih diletakkan di sebelah kanan;

3. Apabila jumlah bendera yang ada berjumlah ganjil, maka bendera merah putih diletakkan di tengah-tengah bendera/panji lain;

4. Apabila bendera sudah usang atau tidak layak, maka sebaiknya bendera dibakar agar tidak mengurangi nilai kehormatannya.


Sejarah Penyelamatan Bendera Pusaka

(Sumber : Penyambung Lidah Rakyat, karangan Cindy adam)

Setelah Agresi Militer Belanda II, Soekarno mengutus Mutahar untuk menyelamatkan Bendera Pusaka. Agar tidak terlihat sebagai bendera, maka Mutahar memutuskan untuk memisahkan jahitan bendera tersebut menjadi dua bagian, secarik kain merah dan secarik kain putih, kemudian dimasukkan ke dalam kopornya.

Di tengah perjalanan, Mutahar tertangkap oleh Belanda, namun akhirnya dalam perjalanan itu beliau dapat meloloskan diri dan mengungsi di kediaman Sarjono (seorang anggota delegasi). Selanjutnya Mutahar mendapat kabar dari Soekarno agar bendera tersebut diserahkan saja kepada Sarjono. Karena pada saat itu yang boleh menemui Soekarno hanya anggota delegasi saja. Maka atas jasanya pada tahun 1961, Mutahar diberikan gelar Bintang Mahaputera dalam usahanya menyelamatkan Bendera Pusaka.


Sejarah Pengibaran Bendera Pusaka

Bendera Pusaka dikibarkan pada tahun 1945 di Jakarta. Namun pada tahun 1946 – 1948 Bendera Pusaka dikibarkan di Yogyakarta. Pada waktu itu dikibarkan dengan formasi 5 orang (3 putri dan 2 putra), formasi ini berdasarkan Pancasila.

Bendera Pusaka dikibarkan sejak tahun 1945 – 1966 dengan formasi tersebut, sedangkan sejak tahun 1967 mulai menggunakan formasi pasukan 17-8-45 dan sejak saat itu pula Bendera Pusaka diganti dengan Bendera Duplikat.

Bendera Duplikat dibuat di Balai Penelitian Tekstil Bandung yang dibantu oleh PT Ratna di Ciawi, Bogor. Upacara penyerahan Bendera Duplikat dilaksanakan pada tanggal 5 Agustus 1969 di Istana Negara Jakarta yang bertepatan dengan reproduksi Naskah Proklamasi Kemerdekaan. Bendera Duplikat mulai dikibarkan bersama dengan utusan-utusan dari 26 propinsi sejak tahun 1969 sampai dengan sekarang.

Bendera Duplikat dibuat dari benang wol dan terbagi menjadi 6 carik kain (masing-masing 3 carik merah dan putih). Sedangkan Bendera Pusaka terbuat dai kain sutera asli.

Nama pasukan pengibar bendera pada tahun 1967 – 1972 dinamakan Pasukan Pengerek Bendera, sedangkan mulai tahun 1973 sampai dengan sekarang dinamakan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).

Regu-regu pengibar sejak thun 1950 – 1966 diatur oleh rumah tangga kepresidenan, setelah itu diganti oleh Direktorat Pembinaan Generasi Muda.

Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1958 menetapkan peraturan tentang Bendera Pusaka, tanggal 26 Juni 1958 dimuat dalam Lembaran Negara Nomor 65 tahun 1958 dan penjelasan dalam tambahan Lembaran Negara Nomor 1.633, diundangkan pada tanggal 10 Juli 1958. Dalam peraturan tersebut, hal-hal penting yang dimuat antara lain :

1. Bendera Pusaka ialah bendera kebangsaan yang digunakan pada upacara Proklamasi Kemerdekaan di Jakarta pada tanggal 17 Agustus 1945 (Pasal 4 ayat 1);

2. Bendera Pusaka hanya dikibarkan pada tanggal 17 Agustus (Pasal 4 ayat 20;

3. Pada waktu penaikan atau penurunan bendera kebangsaan, maka semua yang hadir tegak, berdiam diri sambil menghadap muka kepada bendera sampai upaca selesai. Mereka yang berpakaian seragam dari suatu organisasi memberi hormat menurut cara yang telah ditentukan oleh organisasinya itu. Sedangkan mereka yang tidak berpakaian seragam memberi hormat dengan meluruskan tangan ke bawah dan melekatkan telapak tangan dengan jari-jari rapat pada paha dan semua jenis penutup kepala harus dibuka kecuali kopiah, ikat kepala, sorban, dan tudungan atau topi wanita yang dipakai menurut agama atau adar kebiasaan (Pasal 20);

4. Pada waktu dikibarkan atau dibawa, bendera kebangsaan tidak boleh menyentuh tanah, air, atau benda-benda lain. Pada bendera kebangsaan tidak boleh ditaruh lencana, huruf, kalimat, angka, gambar, atau tanda-tanda lain (Pasal 21).

Makna Lambang Garuda Pancasila



 

Salam Paskibra

Burung Garuda melambangkan kekuatan
Warna emas pada burung Garuda melambangkan kejayaan
Perisai di tengah melambangkan pertahanan bangsa Indonesia
Simbol-simbol di dalam perisai masing-masing melambangkan sila-sila dalam Pancasila, yaitu:
Bintang melambangkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Rantai melambangkan sila Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
Pohon beringin melambangkan sila Persatuan Indonesia
Kepala banteng melambangkan sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Padi dan Kapas melambangkan sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Warna merah-putih melambangkan warna bendera nasional Indonesia. Merah berarti berani dan putih berarti suci
Garis hitam tebal yang melintang di dalam perisai melambangkan wilayah Indonesia yang dilintasi Garis Khatulistiwa
Jumlah bulu melambangkan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia (17 Agustus 1945), antara lain:
Jumlah bulu pada masing-masing sayap berjumlah 17
Jumlah bulu pada ekor berjumlah 8
Jumlah bulu di bawah perisai/pangkal ekor berjumlah 19
Jumlah bulu di leher berjumlah 45
Pita yg dicengkeram oleh burung garuda bertuliskan semboyan negara Indonesia, yaitu Bhinneka Tunggal Ika yang berarti "berbeda beda, tetapi tetap satu jua". 


Salam Paskibra

Sejarah Merah Putih

 

Salam Paskibra


Proklamasi Kemerdekaan RI di kumandangkan pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 di Jln. Pegangsaan II Timur no. 56 Jakarta dan untuk pertama kalinya secara resami bendera kebangsaan MERAH PUTIH di kibarkan dengan di iringi lagu kebangsaan INDONESIA RAYA. Pengibaran di laksanakan oleh dua orang muda – mudi dan di pimpin oleh bapak Latief Hendraningrat. Bendera yang di kibarkan di jahit oleh ibu Fatmawati Soekarno yang kemudian disebut BENDERA PUSAKA.
Pada tanggal 4 Januari 1946 aksi teror Belanda semakin meningkat oleh karenanya Presiden Soekarno dan wakil presiden M.Hatta memindahkan ibu kota Negara dari Jakarta ke Yogyakarta, begitu pula dengan BENDERA PUSAKA pun ikut pindah.
Pada tanggal 19 Desember 1948 terjadi agresi Belanda II, penjajah Belanda mengepung Istana Presiden gedung Agung – Yogyakarta, saat – saat terakhir Presiden Soekarno memanggil ajudan nya Bpk. Husei Mutahar untuk menyelamatkan BENDERA PUSAKA yang merupakan salah satu bagian dari sejarah untuk menegaka kibarnya SANG MERAH PUTIH. Presiden Soekarno memerintahkan “Bpk.Husein Mutahar untuk menjaga dan menyelamatkan BENDERA PUSAKA dengan nyawa sebagai taruhannya dan pada suatu saat harus mengembalikannya pada Presiden Soekarno sendiri dan tidak kepada siapa pun kecuali Presiden wafat, serahkan pada penggantinya.”
Tanggung jawab yang diterima Bpk. Husein Mutahar sangat berat akhirnya beliau mendapat akal untuk memisahkan kedua belahan dari BENDERA PUSAKA tersebut dengan bantuan ibu Perna Dinata. Dasar pemikiran Bpk.Husein Mutahar apabila BENDERA PUSAKA tersebut dipisahkan maka tidak dapat disebut bendera lagi.
Namun akhirnya Presiden dan wakil Presiden tertangkap dan di asingkan ke muntok pulau Bangka, sedangkan Bpk.Husein Mutahar dan satff kepresdinenan lainnya tertantgkap dan dipenjara di Semarang, tetapi Bpk.Husein Mutahar berhasil melarikan diri dengan kapal laut menuju Jakarta.
Di Jakarta beliau menginap di rumah Bpk.Syutan Syahrir selanjutnya kost di rumah Bpk.Said Soekanto Tjokrodiatmojo (Kapolri ke 1) dan memikirkan cara mengembalikan BENDERA PUSAKA kepada Presiden Soekarno.
Pada bulan Juni 1949 Bpk.Husein Mutahar menerima pemberitahuan dari Bpk.Soejono yang tinggal di Oranje Boulevard (sekarang Jl.Diponogoro) tentang surat pribadi Presiden Soekarno yang pokok isinya adalah perintah Presiden Soekarno kepada Bpk.Husein Mutahar untuk menyerahkan BENDERA PUSAKA yang dibawanya diserahkan kepada Bpk.Soejono yang selanjutnya dapat di bawa dan diserahkan kepada Presiden di Muntok pulau Bangka.
Presiden tidak memerintahkan langsung Bpk.Husein Mutahar untuk menyerahkan BENDERA PUSAKA tetapi menggunakan Bpk.Soejono sebagai peratara, untuk menjaga kerahasiaan perjalanan dari Jakarta ke Bangka.
Menjelang Keberangkatan Bpk.Soejono, maka Bpk.Husein Mutahar menjahit persis di bekas lubang jahitan yang asli, tetapi terdapat sedikit kesalahan jahit sekitar 2 cm, lalu di serahkan kepada Bpk.Soejono untuk di bawa ke Bangka. Jadi BENDERA PUSAKA belum pernah di jamah oleh penjajah manapun.
Dengan diserahkanya BENDERA PUSAKA tersebut maka selesailah tugas penyelamatan BENDERA PUSAKA oleh Bpk.Husein Mutahar, sebagai penghargaan atas jasanya yang tak ternilai itu maka Presiden Soekarno menganugrahkan bintang maha putra pada tahun 1961 kepada Bpk.Husein Mutahar.


Salam Paskibra

Sejarah Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih



 

Salam Paskibra

Beberapa hari menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI pertama. Presiden Soekamo memberi tugas kepada ajudannya,Mayor M. Husein Mutahar untuk mempersiapkan upacara peringatanDetik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1946, dihalaman Istana Presiden Gedung Agung Yogyakarta
Pada saat itu, sebuah gagasan berkelebat di benak Mutahar. Alangkah baiknya bila persatuan dan kesatuan bangsa dapat dilestarikan kepada generasi muda yang kelak akan menggantikan para pemimpin saat itu. Pengibaran bendera pusaka bisa menjadi simbol kesinambungan nilai-nilai perjuangan. Karena itu, para pemudalah yang harus mengibarkan bendera pusaka. Dari sanalah kemudian dibentuk kelompokkelompok pengibar bendera pusaka, mulai dari lima orang pemuda - pemudi pada tahun 1946 yang menggambarkan Pancasila.

Namun, Mutahar mengimpikan bila kelak para pengibar bendera pusaka itu adalah pemuda-pemuda utusan dari seluruh daerah di Indonesia. Sekembalinya ibukota Republik Indonesia ke Jakarta, mulai tahun 1950 pengibaran bendera pusaka dilaksanakan di Istana Merdeka Jakarta. Regu-regu pengibar dibentuk dan diatur oleh Rumah Tangga Kepresidenan Rl sampai tahun 1966. Para pengibar bendera itu memang para pemuda, tapi belum mewakili apa yang ada dalam pikiran Mutahar. Tahun 1967, Husain Mutahar kembali dipanggil Presiden Soeharto untuk dimintai pendapat dan menangani masalah pengibaran bendera pusaka. Ajakan itu, bagi Mutahar seperti "mendapat durian runtuh" karena berarti ia bisa melanjutkan gagasannya membentuk pasukan yang terdiri dari para pemuda dari seluruh Indonesia. tersirat dalam benak Husain Mutahar akhirnya menjadi kenyataan. Setelah tahun sebelumnya diadakan ujicoba, maka pada tahun 1968 didatangkanlah pada pemuda utusan daerah dari seluruh Indonesia untuk mengibarkan bendera pusaka. Sayang, belum seluruhnya provinsi bisa mengirimkan utusannya, sehingga pasukan pengibar bendera pusaka tahun itu masih harus ditambah dengan eks anggota pasukan tahun 1967.

Selama enam tahun, 1967-1972, bendera pusaka dikibarkan oleh para pemuda utusan daerah dengan sebutan “Pasukan Penggerek Bendera Pusaka”. Nama, pada kurun waktu itu memang belum menjadi perhatian utama, karena yang terpenting tujuan mengibarkan bendera pusaka oleh para pemuda utusan daerah sudah menjadi kenyataan. Dalam mempersiapkan Pasukan Penggerek Bendera Pusaka, Husein Mutahar sebagai Dirjen Udaka (Urusan Pemuda dan Pramuka) tentu tak dapat bekerja sendiri. Sejak akhir 1967, ia mendapatkan dukungan dari Drs Idik Sulaeman yang dipindahtugaskan ke Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (dari Departemen Perindustrian dan Kerajinan) sebagai Kepala Dinas Pengembangan dan Latihan. Idik yang terkenal memiliki karakter kerja sangat rapi dan teliti, lalu mempersiapkan konsep pelatihan dengan sempurna, baik dalam bidang fisik, mental, maupun spiritual. Latihan yang merupakan derivasi dari konsep Kepanduan itu diberi nama ”Latihan Pandu Ibu Indonesia Ber-Pancasila”. Setelah melengkapi silabus latihan dengan berbagai atribut dan pakaian seragam, pada tahun 1973 Idik Sulaeman melontarkan suatu gagasan baru kepada Mutahar. ”Bagaimana kalau pasukan pengibar bendera pusaka kita beri nama baru,” katanya. Mutahar yang tak lain mantan pembina penegak Idik di Gerakan Pramuka menganggukkan kepala. Maka, kemudian meluncurlah sebuah nama antik berbentuk akronim yang agak sukar diucapkan bagi orang yang pertama kali menyebutnya. Akronim itu adalah PASKIBRAKA, yang merupakan singkatan dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka. ”Pas” berasal dari kata pasukan, ”kib” dari kata kibar, ”ra” dari kata bendera dan ”ka” dari kata pusaka. Idik yang sarjana senirupa lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) itupun juga segera memainkan kelentikan tangannya dalam membuat sketsa. Hasilnya, adalah berbagai atribut yang digunakan Paskibraka, mulai dari Lambang Anggota, Lambang Korps, Kendit Kecakapan sampai Tanda Pengukuhan (Lencana Merah-Putih Garuda/MPG). Nama Paskibraka dan atribut baru itulah yang dipakai sejak tahun 1973 sampai sekarang. Sulitnya penyebutan akronim Paskibraka memang sempat mengakibatkan kesalahan ucap pada sejumlah reporter televisi saat melaporkan siaran langsung pengibaran bendera pusaka setiap tanggal 17 Agustus di Istana Merdeka. Bahkan, tak jarang wartawan media cetak masih ada yang salah menuliskannya dalam berita, misalnya dengan ”Paskibrata”. Tapi, bagi para anggota Paskibraka, Purna (mantan) Paskibraka maupun orang-orang yang terlibat di dalamnya, kata Paskibraka telah menjadi sesuatu yang sakral dan penuh kebanggaan.

Memang pernah, suatu kali nama Paskibraka akan diganti, bahkan pasukannya pun akan dilikuidasi. Itu terjadi pada tahun 2000 ketika Presiden Republik Indonesia dijabat oleh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Kata ”pusaka” yang ada dalam akronim Paskibraka dianggap Gus Dur mengandung makna ”klenik”. Untunglah, dengan perjuangan keras orang orang yang berperan besar dalam sejarah Paskibraka, akhirnya niat Gus Dur untuk melikuidasi Paskibraka dapat dicegah. Apalagi, Peraturan Pemerintah No. 40 Tahun 1958 tentang Bendera Kebangsaan Republik Indonesia, pada pasal 4 jelas-jelas menyebutkan: (1) BENDERA PUSAKA adalah Bendera Kebangsaan yang digunakan pada upacara Proklamasi Kemerdekaan di Jakarta pada tanggal 17 Agustus 1945. (2) BENDERA PUSAKA hanya dikibarkan pada tanggal 17 Agustus. (3) Ketentuan-ketentuan pada Pasal 22 tidak berlaku bagi BENDERA PUSAKA. (Pasal 22: Apabila Bendera Kebangsaan dalam keadaan sedemikian rupa, hingga tak layak untuk dikibarkan lagi, maka bendera itu harus dihancurkan dengan mengingat kedudukannya, atau dibakar). Itu berati, bila Presiden ngotot mengubah nama Paskibraka, berarti dia melanggar PP No. 40 Tahun 1958. Presiden akhirnya tidak jadi membubarkan Paskibraka, tapi meminta namanya diganti menjadi ”Pasukan Pengibar Bendera Merah-Putih” saja. Hal ini di-iyakan saja, tapi dalam siaran televisi dan pemberitaan media massa, nama pasukan tak pernah diganti. Paskibraka yang telah menjalani kurun sejarah 32 tahun tetap seperti apa adanya, sampai akhirnya Gus Dur sendiri yang dilengserkan.

Salam Paskibra

Minggu, 02 Maret 2014

True Story


Sejauh Apa Aku Mengenalmu, Ayah?

(True Story)

Sore itu niatku istirahat berbaring ditempat tidur, dari luar kudengar ada suara memanggil namaku "khe..khe..", "itu suara Ayah" (dalam hati)
Aku segera bangun dan menghampirinya, "ya Ayah, ada apa?"
"Tolong pegang ini" (matanya mengarah pada kayu yang dirakitnya)
ternyata Ayah sedang membuat tangga dari kayu "Baik yah"

"Ayah, tangga ini untuk apa? mengapa bentuknya seperti piramid" (tanyaku padanya)
"Ini untuk memperbaiki lampu atau yang lainnya yang sulit dijangkau, diatas"
Sore itu, aku tertawa bersama Ayah dan melakukan hal yang tidak biasa dilakukan seorang remaja perempuan, aku menggergaji kayu dan memasang paku, sebenarnya aku sudah sering melakukan pekerjaan seperti ini bersama Ayah.

"Ahhh kayunya keras sekali, pakunya jadi sulit menancap yah" (keluhku)
"Sini, biar Ayah yang kerjakan itu, kau pegang saja sisi sebelahnya"
Dia meraih palu dari tanganku dan langsung memukul paku yang ia pegang ditangannya dengan posisi siap untuk menancap kayu keras.
Sambil ku pegang kayu itu, ku perhatikan tangan Ayah dan kulihat ada luka disana.
"Yah, tangan Ayah kenapa?"
"Tidak apa-apa, hanya luka kecil"
Aku terdiam dan memikirkan ("Sejauh Apa Aku Mengenalmu, Ayah?")
Kau bahkan tak mau menceritakan hal yang kau anggap sekecil itu padahl berarti bagiku.

  Flachback<<
Sore itu menjelang maghrib, aku berniat pergi membeli baju untuk tugas praktek SBK menyablon disekolah, sebelumnya aku sempat marah pada Mamahku, karena dia melarangku membeli baju yang baru dan menyuruhku menggunakan baju yang ada saja. Tapi Ayah yang yang sangat menyayangiku bersedia membelikan baju baru untukku, akhirnya kami pun bergegas pergi, ayah mengambil motor maticnya dan menstarternya didalam rumah, ketika sudah sampai pintu aku membantunya mengeluarkan motor itu dengan memegang stank sebelah kanan, tapi tak kusangka motornya tiba-tiba terguling kesebelah kanan pula, karena itu adalah motor matic maka gasnya pun otomatis ada disebelah stank kanan (stank yang kupegang) karena tangan ku menahan motor itu akhirnya gasnya pun ikut naik, akhirnya motorpun memutarkan roda yang amat yang amat kencang, dan dari belakang dengan kedua tangannya Ayah menahan motor itu agar tidak berjalan dan membantingku, untung saja ada Agis sodara lelakiku yang menolong kami, syukurlah aku baik-baik saja, tapi.....
"Ayah berdarah" kaki Ayahku berdarah, aku sangat terkejut. Ternyata pada kejadian tadi Ayah menahan motor itu dan hampr semua jari kakinya terlindas ban motorn itu.
"Ayah, ma'af.. pasti kaki Ayah sakit"
"Sudah, tidak apa-apa ini hanya luka kecil" (sambil melap darah dijemari kakinya, yang padahal darahnya belum bisa berhenti dan terus mengalir)
"Ayah masih bisa mengantarmu membeli baju"
Aku tak bisa berkata apa-apa, aku hanya terdiam dan sejujurnya aku ingin menangis keras yang sejujurnya dalam hati aku sudah menangis keras, Mamahku datang, "Itu bukan luka kecil, kenapa kau slalu memaksakan diri?" (dengan nada yang cukup keras).
"Pergi saja bersama Agis"
Akupun pergi dan ditemani kaka perempuanku. Selama diperjalanan aku terus memikirkan keadaan Ayah

  Come Back>>
"Akhirnya selesai juga" (aku dan Ayah menegakan tangga kayu itu). Kami menatap tangga itu dengan perasaan bangga.
Walau hanya membuat tangga kayu tapi rasanya sangat berbeda, mungkin yang kuceritakan adalah hal yang sama sekali tak menarik bagimu atau sesuatu hal yang biasa kau lakukan setiap saat, tapi bagiku ini adalah momen yang amat berharga.

Aku sadari Ayahku memang lelaki biasa tapi dia selalu melakukan hal yang luar biasa, dia mampu menutupi kesedihan dan bahkan rasa sakitnya didepan kami, keluarganya. (Think It)

Ayahku adalah Ayah yang TERHEBAT didunia ini
Love You, Dad....
                                                                                                        By : Khe's
Kerinduanku

Terkadang batu pun akan mudah rapuh jika tertubi oleh air yang terus-menerus menghamtamnya, 
bagaimana dengan aku yang hanya sebatang ranting kering?
aku disini sendiri, mudah patah karena angin yang semilir menerpaku,
yang ku ingin inginkan kitta semua bersama menghadapi apapun yang akan menghadang kita 
apa kau siap wujudkan harapanku?
atau harapanku ini terlalu rumit untuk terwujud?
andai kalian dapat menjawab, maka setidaknya aku masih bisa tersenyum walau jawaban kalian adalah "Tidak Bisa"
aku sudah menjerit berulang kali agar kalian mendengar tapi tak pernah ada jawaban
suara ini sudah tak mampu terdengar olehku sendiri, apa karena kerongkongan ku sudah kering?
bayangkan olehmu....
                                                                                                       By : Khe's
Aku dan Mereka

Aku terlahir dari keluarga sederhana yang istimewa bagiku.
Mereka mengajarkanku untuk hidup rukun, saling membantu dan memiliki etika yang baik.
Ketika aku beranjak remaja, aku melihat banyak orang yang tidak memiliki etika dan aku berfikir 
"Apa mereka tidak diajarkan etika oleh keluarga mereka? atau mereka tidak memiliki etika? atau keluarga mereka sendiri yang tidak memiliki etika?"
Aneh... jika bagitu, bagaimana cara mereka hidup? 
Atau justru itu yang membuat mereka bertahan hidup?
Lalu... akan seperti apa kehidupan mereka dimasa depan?
>> Back
Banyak pertanyaan yang terlintas difikiranku, dan aku terus memikirkannya?
(Itulah aku, selalu memikirkan hal-hal yang tidak penting, makanya orang-orang disekitarku mengatakan bahwa aku adalah orang yang kolot dan kuno)
Tapi semua pertanyaan itu membuat aku semakin penasaran...     
                                                                                                     By : Khe's    

Pendewasaan Diri


Saat bumi seakan runtuh dan tak ada lagi yang bersamamu

Lalu apa yang akan kau lakukan?

Berdiam diri dan membiarkan semua masalahmu tak terhentikan?

Atau membuat masalahmu menjadi kebahagianmu?

Menyedihkan saat kau tak mampu menjawabnya?

Karena saat kau hanya termenung, kau akan segera mengakhiri hidupmu dengan cara konyol

Berhentilah berfikir bahwa dunia ini bagai neraka

Dan berhentilah berfikir bahwa dunia ini bagai surga

Karena kedua sama-sama akan membawa kau pada kebohongan besar

Kebohongan yang menyelimuti seluruh hidupmu

Dan ketika kau sadar bahwa kau dalam sebuah kenyataan menyakitkan

Kau akan kehilangan dirimu yang dulu

Tapi tenang saja, karena dibalik semua kejadian yang meruntun dihidupmu

Akan menjadikanmu lebih dewasa
                                                                                                    By : Khe's