Sejauh Apa Aku Mengenalmu, Ayah?
(True Story)
Sore itu niatku istirahat berbaring ditempat tidur, dari luar kudengar ada suara memanggil namaku "khe..khe..", "itu suara Ayah" (dalam hati)
Aku segera bangun dan menghampirinya, "ya Ayah, ada apa?"
"Tolong pegang ini" (matanya mengarah pada kayu yang dirakitnya)
ternyata Ayah sedang membuat tangga dari kayu "Baik yah"
"Ayah, tangga ini untuk apa? mengapa bentuknya seperti piramid" (tanyaku padanya)
"Ini untuk memperbaiki lampu atau yang lainnya yang sulit dijangkau, diatas"
Sore itu, aku tertawa bersama Ayah dan melakukan hal yang tidak biasa dilakukan seorang remaja perempuan, aku menggergaji kayu dan memasang paku, sebenarnya aku sudah sering melakukan pekerjaan seperti ini bersama Ayah.
"Ahhh kayunya keras sekali, pakunya jadi sulit menancap yah" (keluhku)
"Sini, biar Ayah yang kerjakan itu, kau pegang saja sisi sebelahnya"
Dia meraih palu dari tanganku dan langsung memukul paku yang ia pegang ditangannya dengan posisi siap untuk menancap kayu keras.
Sambil ku pegang kayu itu, ku perhatikan tangan Ayah dan kulihat ada luka disana.
"Yah, tangan Ayah kenapa?"
"Tidak apa-apa, hanya luka kecil"
Aku terdiam dan memikirkan ("Sejauh Apa Aku Mengenalmu, Ayah?")
Kau bahkan tak mau menceritakan hal yang kau anggap sekecil itu padahl berarti bagiku.
Flachback<<
Sore itu menjelang maghrib, aku berniat pergi membeli baju untuk tugas praktek SBK menyablon disekolah, sebelumnya aku sempat marah pada Mamahku, karena dia melarangku membeli baju yang baru dan menyuruhku menggunakan baju yang ada saja. Tapi Ayah yang yang sangat menyayangiku bersedia membelikan baju baru untukku, akhirnya kami pun bergegas pergi, ayah mengambil motor maticnya dan menstarternya didalam rumah, ketika sudah sampai pintu aku membantunya mengeluarkan motor itu dengan memegang stank sebelah kanan, tapi tak kusangka motornya tiba-tiba terguling kesebelah kanan pula, karena itu adalah motor matic maka gasnya pun otomatis ada disebelah stank kanan (stank yang kupegang) karena tangan ku menahan motor itu akhirnya gasnya pun ikut naik, akhirnya motorpun memutarkan roda yang amat yang amat kencang, dan dari belakang dengan kedua tangannya Ayah menahan motor itu agar tidak berjalan dan membantingku, untung saja ada Agis sodara lelakiku yang menolong kami, syukurlah aku baik-baik saja, tapi.....
"Ayah berdarah" kaki Ayahku berdarah, aku sangat terkejut. Ternyata pada kejadian tadi Ayah menahan motor itu dan hampr semua jari kakinya terlindas ban motorn itu.
"Ayah, ma'af.. pasti kaki Ayah sakit"
"Sudah, tidak apa-apa ini hanya luka kecil" (sambil melap darah dijemari kakinya, yang padahal darahnya belum bisa berhenti dan terus mengalir)
"Ayah masih bisa mengantarmu membeli baju"
Aku tak bisa berkata apa-apa, aku hanya terdiam dan sejujurnya aku ingin menangis keras yang sejujurnya dalam hati aku sudah menangis keras, Mamahku datang, "Itu bukan luka kecil, kenapa kau slalu memaksakan diri?" (dengan nada yang cukup keras).
"Pergi saja bersama Agis"
Akupun pergi dan ditemani kaka perempuanku. Selama diperjalanan aku terus memikirkan keadaan Ayah
Come Back>>
"Akhirnya selesai juga" (aku dan Ayah menegakan tangga kayu itu). Kami menatap tangga itu dengan perasaan bangga.
Walau hanya membuat tangga kayu tapi rasanya sangat berbeda, mungkin
yang kuceritakan adalah hal yang sama sekali tak menarik bagimu atau
sesuatu hal yang biasa kau lakukan setiap saat, tapi bagiku ini adalah
momen yang amat berharga.
Aku sadari Ayahku memang lelaki biasa tapi dia selalu melakukan hal yang luar biasa, dia mampu menutupi kesedihan dan bahkan rasa sakitnya didepan kami, keluarganya. (Think It)
Ayahku adalah Ayah yang TERHEBAT didunia ini
Love You, Dad....
By : Khe's
Kerinduanku
Terkadang batu pun akan mudah rapuh jika tertubi oleh air yang terus-menerus menghamtamnya,
Terkadang batu pun akan mudah rapuh jika tertubi oleh air yang terus-menerus menghamtamnya,
bagaimana dengan aku yang hanya sebatang ranting kering?
aku disini sendiri, mudah patah karena angin yang semilir menerpaku,
yang ku ingin inginkan kitta semua bersama menghadapi apapun yang akan menghadang kita
apa kau siap wujudkan harapanku?
atau harapanku ini terlalu rumit untuk terwujud?
andai kalian dapat menjawab, maka setidaknya aku masih bisa tersenyum walau jawaban kalian adalah "Tidak Bisa"
aku sudah menjerit berulang kali agar kalian mendengar tapi tak pernah ada jawaban
suara ini sudah tak mampu terdengar olehku sendiri, apa karena kerongkongan ku sudah kering?
bayangkan olehmu....
By : Khe's
Aku dan Mereka
Aku terlahir dari keluarga sederhana yang istimewa bagiku.
Mereka mengajarkanku untuk hidup rukun, saling membantu dan memiliki etika yang baik.
Ketika aku beranjak remaja, aku melihat banyak orang yang tidak memiliki etika dan aku berfikir
"Apa mereka tidak diajarkan etika oleh keluarga mereka? atau mereka tidak memiliki etika? atau keluarga mereka sendiri yang tidak memiliki etika?"
Aneh... jika bagitu, bagaimana cara mereka hidup?
Atau justru itu yang membuat mereka bertahan hidup?
Lalu... akan seperti apa kehidupan mereka dimasa depan?
>> Back
Banyak pertanyaan yang terlintas difikiranku, dan aku terus memikirkannya?
(Itulah aku, selalu memikirkan hal-hal yang tidak penting, makanya orang-orang disekitarku mengatakan bahwa aku adalah orang yang kolot dan kuno)
Tapi semua pertanyaan itu membuat aku semakin penasaran...
By : Khe's
By : Khe's
Aku terlahir dari keluarga sederhana yang istimewa bagiku.
Mereka mengajarkanku untuk hidup rukun, saling membantu dan memiliki etika yang baik.
Ketika aku beranjak remaja, aku melihat banyak orang yang tidak memiliki etika dan aku berfikir
"Apa mereka tidak diajarkan etika oleh keluarga mereka? atau mereka tidak memiliki etika? atau keluarga mereka sendiri yang tidak memiliki etika?"
Aneh... jika bagitu, bagaimana cara mereka hidup?
Atau justru itu yang membuat mereka bertahan hidup?
Lalu... akan seperti apa kehidupan mereka dimasa depan?
>> Back
Banyak pertanyaan yang terlintas difikiranku, dan aku terus memikirkannya?
(Itulah aku, selalu memikirkan hal-hal yang tidak penting, makanya orang-orang disekitarku mengatakan bahwa aku adalah orang yang kolot dan kuno)
Tapi semua pertanyaan itu membuat aku semakin penasaran...
By : Khe's
Pendewasaan Diri
Saat bumi seakan runtuh dan tak ada lagi yang bersamamu
Lalu apa yang akan kau lakukan?
Berdiam diri dan membiarkan semua masalahmu tak terhentikan?
Atau membuat masalahmu menjadi kebahagianmu?
Menyedihkan saat kau tak mampu menjawabnya?
Karena saat kau hanya termenung, kau akan segera mengakhiri
hidupmu dengan cara konyol
Berhentilah berfikir bahwa dunia ini bagai neraka
Dan berhentilah berfikir bahwa dunia ini bagai surga
Karena kedua sama-sama akan membawa kau pada kebohongan
besar
Kebohongan yang menyelimuti seluruh hidupmu
Dan ketika kau sadar bahwa kau dalam sebuah kenyataan
menyakitkan
Kau akan kehilangan dirimu yang dulu
Tapi tenang saja, karena dibalik semua kejadian yang
meruntun dihidupmu
Akan menjadikanmu lebih dewasa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar